Polres Jakarta Imbau Warga Waspada Penipuan Video Call Berbasis Deepfake

Admin/ Desember 29, 2025/ berita

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang sangat masif belakangan ini ternyata membawa tantangan baru bagi keamanan siber di masyarakat urban. Menanggapi fenomena tersebut, pihak Polres Jakarta secara resmi mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh lapisan warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus kejahatan baru yang memanfaatkan teknologi manipulasi visual. Modus yang sedang marak terjadi adalah pemalsuan identitas melalui panggilan Video Call Berbasis Deepfake yang menggunakan teknologi canggih guna mengelabui korban demi keuntungan finansial sepihak.

Teknologi yang menjadi sorotan utama dalam imbauan Polres Jakarta adalah penggunaan rekayasa digital yang mampu meniru wajah dan suara seseorang dengan tingkat kemiripan yang hampir sempurna. Para pelaku kejahatan siber ini biasanya mengumpulkan data visual dari media sosial korban atau kerabat korban, lalu memprosesnya menggunakan perangkat lunak khusus. Hasilnya, saat melakukan panggilan video, wajah yang muncul di layar ponsel korban adalah wajah orang yang mereka kenal, padahal itu hanyalah sebuah topeng digital yang digerakkan oleh sistem komputer.

Menurut data yang dihimpun oleh tim siber Polres Jakarta, sasaran utama dari penipuan ini adalah keluarga atau rekan kerja dari sosok yang identitasnya dipalsukan. Pelaku biasanya akan menciptakan situasi darurat, seperti mengaku sedang mengalami kecelakaan, tertangkap pihak berwajib, atau membutuhkan dana talangan segera untuk urusan medis. Karena korban melihat wajah yang mereka kenali melalui panggilan video, tingkat kepercayaan mereka meningkat drastis dibandingkan hanya melalui pesan teks atau panggilan suara biasa, sehingga mereka lebih mudah tergerak untuk mengirimkan sejumlah uang.

Pihak Polres Jakarta menekankan bahwa masyarakat tidak boleh langsung percaya begitu saja meskipun Video Call Berbasis Deepfake yang terlihat tampak sangat meyakinkan. Ada beberapa ciri fisik yang bisa diperhatikan untuk mendeteksi apakah sebuah panggilan video merupakan hasil manipulasi digital atau bukan. Biasanya, gerakan mulut seringkali tidak sinkron dengan suara yang keluar, adanya distorsi pada area sekitar mata atau rambut saat subjek bergerak, hingga pencahayaan wajah yang terasa tidak natural jika dibandingkan dengan latar belakang video tersebut.

Share this Post