Dalmas vs Anarkis: Prosedur Pengendalian Massa Polisi dalam Aksi Protes

Admin/ September 6, 2025/ berita

Dalam setiap aksi protes atau demonstrasi, peran polisi sangat krusial dalam menjaga ketertiban. Unit yang bertanggung jawab adalah Dalmas, atau Pengendalian Massa. Tujuan utama mereka adalah mengawal dan memastikan aksi berjalan damai, tanpa menimbulkan kerugian bagi publik. Prosedur Pengendalian Massa menjadi panduan utama dalam setiap langkah yang diambil.

Ketika massa masih terkendali, Dalmas bertugas sebagai penjaga keamanan. Mereka biasanya dilengkapi dengan tameng dan tongkat, namun tanpa senjata api. Pendekatan yang digunakan adalah persuasif dan humanis, mengedepankan komunikasi. Tujuannya adalah mencegah eskalasi dan memastikan suara massa tetap tersalurkan dengan damai.

Namun, situasi dapat berubah drastis jika massa menjadi anarkis. Massa anarkis adalah kelompok yang melakukan tindakan kekerasan atau perusakan. Ketika hal ini terjadi, prosedur Dalmas beralih menjadi respons yang lebih tegas. Kekerasan dan perusakan tidak dapat dibiarkan karena membahayakan keselamatan umum.

Pada tahap anarkis, Dalmas akan meningkatkan kesiapan mereka. Mereka mungkin menggunakan peralatan tambahan seperti gas air mata atau meriam air untuk membubarkan kerumunan yang tidak terkendali. Peralatan ini dirancang untuk memecah massa tanpa menimbulkan cedera serius. Tindakan ini merupakan respons atas eskalasi yang terjadi.

Penting untuk membedakan antara massa damai dan massa anarkis. Massa damai adalah mereka yang berdemonstrasi sesuai hukum dan tidak merusak fasilitas umum. Sebaliknya, massa anarkis melanggar hukum, melakukan perusakan, dan bahkan menyerang petugas. Pemahaman ini krusial untuk penerapan prosedur yang tepat.

Prosedur Pengendalian Massa yang efektif harus bersifat bertingkat. Polisi tidak langsung menggunakan kekerasan. Mereka memulai dengan peringatan lisan, lalu menggunakan perlindungan diri, dan baru kemudian, jika perlu, menggunakan cara-cara yang lebih tegas. Setiap langkah diambil berdasarkan evaluasi situasi di lapangan.

Pelatihan Dalmas sangat ketat, berfokus pada teknik-teknik pengendalian yang meminimalkan korban. Mereka dilatih untuk bekerja dalam tim, menjaga formasi, dan menggunakan peralatan dengan benar. Latihan ini memastikan bahwa respons mereka terukur dan profesional, tidak berlebihan atau sewenang-wenang.

Share this Post