Polres Jakarta Ungkap Modus Baru Scam AI 2026: Cara Amankan Rekening Anda!

Admin/ Februari 15, 2026/ berita

Memasuki awal tahun 2026, kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) tidak hanya membawa kemudahan, tetapi juga tantangan baru dalam dunia keamanan siber. Baru-baru ini, Polres Jakarta merilis temuan krusial mengenai Modus Baru Scam AI yang jauh lebih canggih dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Para pelaku kejahatan kini memanfaatkan algoritma deepfake suara dan video yang sangat presisi untuk menguras saldo perbankan masyarakat.

Modus operandi yang ditemukan oleh pihak kepolisian menunjukkan bahwa para pelaku tidak lagi sekadar mengirimkan link phising melalui pesan singkat. Mereka kini menggunakan teknologi kloning suara yang mampu meniru anggota keluarga atau atasan korban dengan tingkat kemiripan mencapai 99%. Hal ini menciptakan urgensi bagi masyarakat untuk memahami bagaimana Scam AI bekerja agar tidak terjebak dalam skenario manipulasi psikologis yang sangat meyakinkan.

Mengapa AI Menjadi Senjata Utama Penipu di 2026?

Pihak berwenang menjelaskan bahwa kemudahan akses perangkat lunak AI generatif memungkinkan penjahat menciptakan konten palsu secara instan. Dalam beberapa kasus di wilayah hukum Jakarta, korban menerima panggilan telepon yang terdengar seperti suara anak atau kerabat dekat yang meminta bantuan dana darurat karena kecelakaan. Kecepatan dan emosi dalam suara tersebut membuat korban panik dan segera melakukan transfer tanpa verifikasi lebih lanjut.

Selain itu, serangan ini sering kali dibarengi dengan teknik social engineering yang rapi. Data pribadi korban yang bocor di pasar gelap digunakan untuk menyusun narasi yang sangat personal. Inilah alasan mengapa Rekening pribadi kini menjadi incaran utama, karena akses terhadap mobile banking merupakan pintu masuk tercepat bagi pelaku untuk memindahkan aset dalam hitungan detik.

Langkah Preventif Mengamankan Aset Digital

Untuk meminimalisir risiko, Polres Jakarta menghimbau warga untuk menerapkan protokol keamanan berlapis. Pertama, jangan pernah percaya sepenuhnya pada suara atau video yang Anda terima melalui aplikasi pesan singkat jika ada permintaan uang yang mendadak. Selalu lakukan “cross-check” melalui jalur komunikasi lain yang berbeda.

Kedua, aktifkan fitur biometrik dan autentikasi dua faktor (2FA) yang tidak hanya mengandalkan SMS OTP, melainkan menggunakan aplikasi autentikator resmi. Langkah-langkah dari Modus Baru Scam AI secara digital harus dimulai dari kesadaran individu untuk menjaga kerahasiaan data sekecil apa pun. Jangan pernah membagikan tanggal lahir, nama ibu kandung, atau kode akses kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas bank.

Share this Post